Kapolres Blora Cek Kondisi Tahanan Dan Ruangan Tahanan


Blora – Kepala Kepolisian Resor Blora, Ajun Komisaris Besar Polisi Saptono, SiK., M.H. serta di dampingi Kasat Sabhara, AKP Siswanto dan Piket Pawas Ipda Sujadi serta anggota piket jaga menyempatkan diri melakukan kontrol Ruang Tahanan Polres Blora sebelum melaksanakan Apel Pagi Kamis” (19/10/2017).

Selain kontrol ruang tahanan, Kapolres juga mengecek kesiapsiagaan petugas yang melaksanakan tugas jaga tahanan dan berinteraksi langsung dengan para tahanan, menanyakan tentang keadaan kesehatan dan kendala dalam ruang tahanan.

Satu persatu Kapolres Blora memeriksa setiap ruang tahanan untuk mengantisipasi adanya barang-barang atau benda yang dilarang masuk, melihat kebersihan ruang tahanan, dan memeriksa terali besi ventilasi ruang tahanan untuk memastikan terali-terali masih terpasang dan tidak ada gangguan keamanan.

Kegiatan Kapolres tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap saat sebagai sarana kontrol terhadap bawahan yang sedang melaksanakan tugas jaga tahanan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menekankan kepada petugas jaga tahanan agar kewaspadaan ditingkatkan, lakukan pengecekan dan kontrol tahanan setiap saat, dan jaga kebersihan serta perhatikan makan dan olahraga tahanan sehingga para tahanan tidak berpikiran macam-macam selama ditahan”pungkas Kapolres”

(humas Polres Blora).

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2yyQV9R
via IFTTT

Wow, Bhabinkamtibmas Dan Bhabin Berpatroli, Temukan Ini


Polres Banjar – Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa Brigadir Irwan Susiawan bersama Lurah Jawa Hathayerin, S.H., dan Babinsa Serda Budianto kompak bersama-sama melaksanakan patroli, Rabu (18/10/2017). Patroli Tiga Pilar ini menyasar seputaran wilayah Kelurahan Jawa yang dinilai rawan akan gangguan Kamtibmas.



Seperti di Jalan Antasan Pangeran Roem RT. 01 RW. 02 Kelurahan Jawa Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, disini Tiga Pilar Kelurahan melihat hal yang sangat mengerikan. Didampingi Ketua RT setempat, Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek Martapura Kota itu mendapati begitu banyak sisa bungkus carnophen yang berceceran disepanjang gang kecil yang berada tepat dibelakang gedung Kampus Akademi Keperawatan Intan Martapura. Setelah dikumpulkan petugas, jumlah bungkus sisa carnophen tersebut bahkan mencapai satu kantong plastik penuh berwarna hitam.

“Memang sering Pak remaja disini mengkonsumsi barang haram ini, meskipun sudah saya peringatkan namun sepertinya mereka tidak sedikitpun menghiraukan perkataan saya lagi, hal ini sangat meresahkan bahkan mengancam pertumbuhan generasi penerus bangsa selanjutnya,” ucap Saifullah selaku Ketua RT.

Mendapatkan informasi yang sangat berharga ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa bersama Lurah dan Babinsa sepakat untuk lebih gencar lagi melaksanakan patroli didaerah tersebut guna meminimalisir terulangnya hal serupa.

“Patroli, Sosialisasi dan himbauan akan lebih kami tingkatkan lagi demi menyelamatkan generasi penerus bangsa agar terlepas dari belenggu racun narkoba ini,” ungkap Brigadir Irwan.

Lebih lanjut, Brigadir Irwan menjelaskan bahwa hal yang paling utama adalah untuk meringkus pengedar dari barang haram tersebut.

“Saya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kapolsek dan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan siapa yang tega mengedarkan obat terlarang diwilayah binaan saya, sehingga nantinya pelaku bisa kita ringkus,” tutup Brigadir Irwan.

Sumber: Humas Polres Banjar.

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2gkjApl
via IFTTT

Kapolres Blora Pimpin Sertijab Kabag Ops, Kabag Ren Dan Kapolsek Kradenan


Halodunia.co, Blora – Kepolisian Resor Blora, menggelar upacara serah terima jabatan Kepala Bagian Operasional, Kepala Bagian Perencanaan, dan Kapolsek Kradenan, Rabu (19-10-2017).Upacara sertijab di laksanakan di Aula Aryyaguna Mapolres Blora, dipimpin Kapolres Blora AKBP Saptono SIK, MH.

Jabatan Kepala Bagian Operasional diserahterimakan dari Kompol I Gede Arde, SE, kepada Kompol Zuwono, SE. yang sebelumnya sebagai Kepala Bagian Perencanaan Polres Blora menempati pos baru sebagai Kepala Bagian Operasional Polres Blora, jabatan Kepala Bagian Perencanaan diisi oleh Kompol Eko Budi Sulistyanto.SH, yang sebelumnya Kepala Bagian Perencanaan Polres Semarang.

Sedangkan Kapolsek Kradenan AKP Subardo, SH,MH. menjadi Kasubbag Progar Polres Karangannyar Polda Jateng, jabatan Kapolsek Kradenan ditempati oleh Iptu Mugi Pornomo, yang sebelumnya sebagai Kanit Reskrim Polsek Randublatung Polres Blora. Mutasi tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jateng No. Kep 2406 / X / 2017 tanggal 06 Oktober 2017. 

Dalam sambutannya Kapolres Blora mengatakan bahwa, mutasi jabatan merupakan dinamika operasional dan penyegaran di tubuh organisasi Polri dapat berjalan secara efektif dan dapat meningkatkan kinerja kesatuan baik di bidang pembinaan maupun operasional.

“Laksanakanlah tugas secara profesional, proporsional, dan obyektif sesuai dengan kode etik profesi sehingga harapan serta dambaan masyarakat yang aman dan nyaman dapat tercipta,” kata Kapolres.

Kapolres juga mengapresasi Kompol I Gede Arde,SE. pejabat Kepala Bagian Operasional lama yang sudah melaksanakan tugas di Polres Blora selama beberapa tahun dengan baik. “Terima kasih dan selamat menjalani masa pensiun dengan Ceria (Cekatan Riang Gembira) ,” pungkasnya.

Sertijab tersebut dihadiri oleh Wakapolres, para Kabag, Kasat, Kapolsek dan seluruh perwira yang ada di jajaran Polres Blora serta personil lainnya.

Setelah selesai upacara sertijab dilanjutkan dengan acara pisah sambut di Rumah Makan Joglo desa Tutup, yang berisikan penyampaian kesan dan pesan pejabat lama serta perkenalan singkat pejabat baru. Dalam kesempatan tersebut Kapolres Blora didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Blora memberikan cinderamata kepada pejabat yang dimutasi.
 

Sumber : Humas Polres Blora

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2zz5Xe6
via IFTTT

Penjelasan Rinci Bupati dan Kapolres Tanah Datar Terkait Kegiatan Pengendalian Bangau Liar di Pusat Kota

Pro dan kontra terjadi di masyarakat dan netizen terkait aksi penembakan ratusan burung jenis Bangau yang biasa bertengger di atas pohon Beringin yang berada di tengah kota Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Jumat sore lalu (14/10/2017).

Sebagian besar masyarakat mendukung apa yang telah dilakukan Perbakin cabang Tanah Datar dan beberapa kelompok menyayangkan tindakan tersebut.

Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajasyang juga merupakan Ketua Perbakin menjelaskan rinci awal mula cerita hingga dilakukan penembakan ratusan burung bangau hari itu.

“Saya selaku ketua Perbakin Tanah Datar telah beberapa kali menerima keluhan dari masyarakat yang tinggal sekitar Pohon Baringin itu. Permasalahan bau dan tahinya telah membuat resah masyarakat sekitar, bahkan ada yang telah menderita sakit pernafasan akibat polusi udara disana, ” jelas AKBP. Bayuaji Senin (16/10).

Dikatakan Bayuaji bahkan surat tertulis kepada Pengurus Perbakin yang ditandatangani beberapa wali jorong di kecamatan Sungayang pernah diterima pada September lalu. Surat itu berisi permohonan berupa permintaaan untuk membantu mengurangi populasi bangau atau Kuntul. Bangau telah meresahkan masyarakat karena merugikan petani sawah dan peternak Tabek/kolam di daerah itu.

“Banyaknya keluhan, masyarakat sekitar lokasi hinggap dan berdiamnya bangau, dan petani serta peternak ikan di Tanah Datar akibat terlalu banyaknya populasi Bangau. Dampak yang jelas, jumlah Bangau yang sangat banyak, merugikan ekonomi masyarakat, membuat permasalahan ini menjadi sesuatu yang perlu dipikirkan solusinya, ” tutur Kapolres.

Lanjutnya, bahwa serangan Bangau yang telah berdampak tidak baik terhadap masyarakat pernah menjadi bahasannya dengan Bupati Tanah Datar, dan beberapa solusi untuk menguranginya pun alot diperbincangkan bersama Pemkab.

“80% dari anggota Perbakin Tanah Datar adalah kalangan petani dan peternak, mereka tentu lebih merasakan kerugian yang nyata akibat perkembangan polapulasi yang cukup drastis dari burung ini, ” tutur Bayuaji.

Kapolres menyatakan tindakan ini hanya merupakan antisipasi untuk mengurangi jumlah populasi Bangau yang ada di tempat tersebut, bukan memusnahkan.

“Kami dari Perbakin merasa terpanggil karena masyarakat telah begitu resah. Ini hanya upaya untuk mengurangi karena keluhan dari masyarakat sekitar, dan peternak kepada pemkab sangat banyak, ” sampainya.

Bahkan dikatakan AKBP. Bayuaji, dua orang wakil Dinas Peternakan saat penembakan hari itu ikut hadir atas permintaan pihak Kesbangpol Tanah Datar.

Dijelaskan Kapolres bahwa senjata yang digunakan pada aksi mengurangi populasi bangau ini adalah senjata senjata angin PCP standar yang diperbolehkan perbakin yaitu Kaliber 4,5 mm.

Sementara itu rabu (18/10/2017), Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, membenarkan bahwa sebelum aksi yang dilakukan Jumat sore itu telah didiskusikan pihak Pemkab dengan Pengurus Perbakin.

“Benar ini telah kita diskusikan dengan pak Bayu, karena jumlah burung bangau saat ini sudah sangat menganggu masyarakat. Telah terjadi pencemaran udara. Ini sudah sangat menganggu sekali, saya sendiri telah mendapatkan pengaduan beberapa kali dari masyarakat sekitar termasuk warung-warung di bawah pohon beringin itu. Pemkab juga melakukan pembersihan minimal sekali seminggu, namun baunya tetap juga tidak hilang dan sangat menyengat, ” sampai Bupati.

Dijelaskan Bupati terhadap hal ini jauh hari telah didiskusikan dengan Ketua Perbakin. Dan Pemerintah sepakat untuk mengurangi jumlah Bangau yang telah sangat banyak ini.

“Masalahnya, kita sebenarnya harus berkoordinasi dengan pihak BKSDA mengenai hal ini. itu kelemahan kita, saya juga tidak berfikir pada waktu itu, saat diskusi dengan pak Bayu, Pokoknya semangat kami saat itu bagaimana usaha untuk membantu masyarakat, ” tegas Bupati.

Lanjutnya, sebenarnya masyarakat sekitar Tanah Datar telah mengeluh juga tentang kolam ikannya yang banyak habis di makan burung bangau ini

“Kita berada pada dua sisi, pertama aturan dan dampaknya di tenggah masyarakat, kami juga sepakat bersama Perbakin untuk membantu masyarak Tanah Datar, hanya kealpaaan kita untuk membicarakan hal ini dengan pihak BKSDA, ” tutur Bupati.

Disampaikan Bupati, waktu itu ia setuju hal ini dilakukan, jika hanya dikurangi populasinya, agar tidak menganggu udara sekitar dan menyelamatkan mata pencaharian Peternak Ikan.

“Pikiran Positif saja, ini bukan gagahan dari pihak Perbakin, hanya sebuah upaya membantu masyarakat Tanah Datar, ” tegas Bupati.

Terpisah, salah seorang masyarakat Koto Panjang Sungayang, Tanah Datar, Yul Hendri (48) menyatakan dengan jelas bahwa keberadaan Bangau saat ini sangat merugikan masyarakat bahkan telah membunuh sumber penghasilan penduduk.

“Secara ekonomi Bangau ini sangat merugikan masyarakat. Karena Populasi Bangau/Kuntul yang terlalu banyak saat ini telah membunuh salah satu sumber penghasilan penduduk Tanah Datar, yaitu dari perikanan, ” tuturnya (17/10).

Dikatakan Yul, Sebagai gambaran di kecamatan hampir semua kenagarian, dulu sawah adalah tempat pemeliharaan ikan yang paling bagus dan cepat. Ia mengatakan bahwa dulu para petani di daerahnya, setelah pengolahan lahan maupun setelah padi ditanam akan selalu dibarengi dengan beternak ikan. Tapi sekarang sudah tidak dilakukan lagi, karena percuma saja, masalahnya hasil ikan penduduk itu akan dipanen oleh Bangau/ Kuntul tersebut.

“Silahkan saja di cek atau di survei beberapa desa seperti Sijangek, Simpuruik, Minangkabau, Tiga Batu dan lain-lain. Tanyakan pada penduduk sekitar bermanfaat atau tidak burung-burung tersebut. Tapi yang pasti desa saya Koto Panjang, saat ini salah satu penghasilan potensial dari masyarakatnya telah mati akibat keberadaan bangau yang sangat banyak ini, ” jelas Yul Hendri.

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2x5hY9C
via IFTTT

Cegah Gangguan Kamtibmas, Tiga Pilar Turun Ke Lapangan


Halodunia.co, Polres Banjar – Polsek Martapura Kota melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa, Brigadir Irwan Susiawan melaksanakan patroli gabungan tiga pilar, Rabu (18/10/2017) pukul 10.00 wita. Patroli ini dimaksudkan untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban diwilayah Martapura khususnya Kelurahan Jawa.

Bersama Lurah Jawa, Hathayerin, S.H., dan Babinsa Serda Budianto, patroli tiga pilar ini terlihat melintas di Jalan Samadi Rt. 01 Rw. 01 Kelurahan Jawa Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.

Saat berada di simpang tiga pasar Martapura, antara Jalan Samadi dan Jalan Melati, tiga pilar Kelurahan Jawa ini menerima masukan dan keluhan warga sekitar akan banyaknya tumpukan sampah disekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

“Tolong Pak ditangani, disini banyak sekali sampah yang menimbulkan bau tak sedap yang sangat mengganggu kami bahkan bisa dikatakan jorok,” ucap Brigadir Irwan menirukan ucapan salah seorang warga yang saat itu mendatanginya.

Memang benar, seperti yang terpantau dilapangan, meskipun sudah ada papan besar yang bertuliskan”Dilarang keras membuang sampah disepanjang jalan ini”, namun tumpukan sampah tetap menggunung bahkan tepat dibawah papan larangan tersebut. Tidak hanya sebatas larangan membuang sampah, pada papan tersebut juga tercantum sanksi bagi siapa yang melanggar sesuai dengan Perda Kabupaten Banjar No. 04 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah.

Hal ini sempat membuat pusing dua Ketua Rukun Tetangga yang daerahnya berbatasan bahkan termasuk dalam tempat pembuangan sampah liar tersebut. Seperti hal yang diungkapkan oleh Ketua RT.01 RW.01, Saifullah, dirinya bahkan sudah sangat sering mengingatkan dan menegur secara langsung agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya sudah sering mulai dari sebatas menghimbau, mengingatkan hingga menegur secara langsung apabila ada yang kedapatan membuang sampah disini,” kata Saifullah.

Namun sepertinya hal tersebut sama sekali tidak digubris oleh kebanyakan oknum yang tidak patuh akan peraturan tersebut sehingga masalah sampah ini menjadi polemik tersendiri bagi dirinya dalam memimpin Rukun Tetangga.

Masih menurut Ketua RT, bahkan ketika hujan turun bisa menyebabkan sampah berhamburan disepanjang jalan dikarenakan saluran pembuangan mampet tertutup sampah.

Informasi yang berhasil dihimpun Humas Polres Banjar melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa, bahwa kebanyakan orang yang membuang sampah di daerah tersebut bukan merupakan warga setempat namun warga luar hingga para pedagang keliling yang biasa menggunakan sepeda motor.

Menindak lanjuti hal tersebut, Bhabinkamtibmas bersama Lurah dan Babinsa sepakat melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan sampah hingga got dan gorong-gorong disana.

“Sebelum masalah sampah ini berkembang pesat menjadi gangguan Kamtibmas yang nyata, maka kami tiga pilar Kelurahan Jawa bersepakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan ini,” ucap Brigadir Irwan.

“Rencana kegiatan kerja bakti ini akan kami laksanakan pada hari Sabtu (21/10/2017) pagi yang melibatkan warga dua RT yakni RT.01 RW.01 dan warga RT.02 RW.01 serta dukungan dari Koramil dan Polsek Martapura Kota,” jelas Brigadir Irwan.

Sumber : Humas Polres Banjar.

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2yxPSaI
via IFTTT

Bupati Tanah Datar : “Penembakan Bangau Kuntul Itu Justru Untuk Membantu Masyarakat “

Setelah menjadi bahan diskusi yang hangat oleh para praktisi dan penggiat Lingkungan Hidup terkait penembakan burung bangau oleh Persatuan Penembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Tanah Datar beberapa waktu lalu, Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi  memberikan pernyataannya.
Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihaknya akan berkordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi Sumbar. Dalam pernyataannya , Bupati Irdinansyah siap meminta maaf jika kejadian tersebut dianggap salah.
Sebelumnya pihak Perbakin Tanah Datar juga menyampaikan bahwa penembakan burung bangau tersebut dikarenakan adanya permintaan masyarakat yang juga sepengetahuan pihak Pemkab Tanah Datar.
Dan Bupati Irdinansyah berjanji akan mendiskusikan kejadian penembakan satwa yang dilindungi ini  lebih lanjut kepada BKSDA Sumbar. Pasalnya, burung bangau putih atau burung kuntul yang selalu bertengger di batang baringin Lapangan Cindua Mato tersebut sudah dianggap meresahkan bagi masyarakat.
“Kami akan mendiskusikan lagi kepada BKSDA Sumbar terkait burung bangau (kuntul) yang semakin hari semakin banyak populasinya, sehingga merasahkan masyarakat sekitarnya. Kami siap menyelesaikannya secara baik-baik,  kalaupun kami yang salah kami siap meminta maaf terkait kejadian ini,” tambahnya lagi, Rabu (18/10).
Bupati Irdinansyah juga  menegaskan,  bahwa penembakan burung bangau putih semata-mata hanya membantu masyarakat, terkait keluhan dampak buruk dari burung bangau tersebut.  Ia juga menyampaikan, bahwa tujuan Perbakin tidak untuk menghabisi populasi burung tersebut, tetapi hanya mengurangi populasi dan membantu masyarakat.

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2gsuP2M
via IFTTT

banjar.kalsel.po, Polres Banjar – Polsek Martapura Kota melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa, Brigadir Irwan Susiawan melaksanakan patroli gabungan tiga pilar, Rabu (18/10/2017) pukul 10.00 wita. Patroli ini dimaksudkan untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban diwilayah Martapura khususnya Kelurahan Jawa.

Bersama Lurah Jawa, Hathayerin, S.H., dan Babinsa Serda Budianto, patroli tiga pilar ini terlihat melintas di Jalan Samadi Rt. 01 Rw. 01 Kelurahan Jawa Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.

Saat berada di simpang tiga pasar Martapura, antara Jalan Samadi dan Jalan Melati, tiga pilar Kelurahan Jawa ini menerima masukan dan keluhan warga sekitar akan banyaknya tumpukan sampah disekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

“Tolong Pak ditangani, disini banyak sekali sampah yang menimbulkan bau tak sedap yang sangat mengganggu kami bahkan bisa dikatakan jorok,” ucap Brigadir Irwan menirukan ucapan salah seorang warga yang saat itu mendatanginya.

Memang benar, seperti yang terpantau dilapangan, meskipun sudah ada papan besar yang bertuliskan“Dilarang keras membuang sampah disepanjang jalan ini”, namun tumpukan sampah tetap menggunung bahkan tepat dibawah papan larangan tersebut. Tidak hanya sebatas larangan membuang sampah, pada papan tersebut juga tercantum sanksi bagi siapa yang melanggar sesuai dengan Perda Kabupaten Banjar No. 04 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah.

Hal ini sempat membuat pusing dua Ketua Rukun Tetangga yang daerahnya berbatasan bahkan termasuk dalam tempat pembuangan sampah liar tersebut. Seperti hal yang diungkapkan oleh Ketua RT.01 RW.01, Saifullah, dirinya bahkan sudah sangat sering mengingatkan dan menegur secara langsung agar tidak membuang sampah sembarangan.

Baca juga : Polsek Martapura Kota Berikan Sosialisasi di Desa Indrasari

“Saya sudah sering mulai dari sebatas menghimbau, mengingatkan hingga menegur secara langsung apabila ada yang kedapatan membuang sampah disini,” kata Saifullah.

Namun sepertinya hal tersebut sama sekali tidak digubris oleh kebanyakan oknum yang tidak patuh akan peraturan tersebut sehingga masalah sampah ini menjadi polemik tersendiri bagi dirinya dalam memimpin Rukun Tetangga.

Masih menurut Ketua RT, bahkan ketika hujan turun bisa menyebabkan sampah berhamburan disepanjang jalan dikarenakan saluran pembuangan mampet tertutup sampah.

Informasi yang berhasil dihimpun Humas Polres Banjar melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa, bahwa kebanyakan orang yang membuang sampah di daerah tersebut bukan merupakan warga setempat namun warga luar hingga para pedagang keliling yang biasa menggunakan sepeda motor.

Menindak lanjuti hal tersebut, Bhabinkamtibmas bersama Lurah dan Babinsa sepakat melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan sampah hingga got dan gorong-gorong disana.

“Sebelum masalah sampah ini berkembang pesat menjadi gangguan Kamtibmas yang nyata, maka kami tiga pilar Kelurahan Jawa bersepakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan ini,” ucap Brigadir Irwan.

“Rencana kegiatan kerja bakti ini akan kami laksanakan pada hari Sabtu (21/10/2017) pagi yang melibatkan warga dua RT yakni RT.01 RW.01 dan warga RT.02 RW.01 serta dukungan dari Koramil dan Polsek Martapura Kota,” jelas Brigadir Irwan

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2gNV5BB
via IFTTT