KAPOLRES METRO TANGKOT TINJAU SUASANA LP KELAS IIA PEMUDA TANGERANG

Kapolres Metro Tangerang Tangerang Kota Kombes Pol. Harry Kurniawan. S.IK., MH melaksanakan pemantuan dan pengecekkan terhadap kondisi dalam Lapas yang pada saat ini sedang ramai dikarenakan kunjungan keluarga masing-masing Narapidana.

Siang kemarin sekitar pukul 11.00WIB Kapolres Metro Tangerang Kota melaksanakan kegiatan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pemuda Tangerang untuk melaksanakan koordinasi dengan KA Lapas dan menyampaikan pesan agar tetap waspada terhadap tahanan serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

 

KAPOLRES TINJAU SUASANA LP KELAS IIA PEMUDA TANGERANG

Kapolres Metro Tangerang Tangerang Kota Kombes Pol. Harry Kurniawan. S.IK., MH melaksanakan pemantuan dan pengecekkan terhadap kondisi dalam Lapas yang pada saat ini sedang ramai dikarenakan kunjungan keluarga masing-masing Narapidana.

Siang kemarin sekitar pukul 11.00WIB Kapolres Metro Tangerang Kota melaksanakan kegiatan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pemuda Tangerang untuk melaksanakan koordinasi dengan KA Lapas dan menyampaikan pesan agar tetap waspada terhadap tahanan serta mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

 

Kapolrestabes Surabaya Berikan Peringatan Bagi Semua Anggota Polri Yang Tidur Saat Bertugas Menjaga Keamanan

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal memperingatkan anggota yang kedapatan tidur saat berjaga di pos pengamanan dalam rangka Idul Fitri 1438 Hijriah.
“Ini adalah peringatan bagi semua anggota Polri yang tidur saat bertugas menjaga keamanan, apalagi dilakukan di pos pengamanan di samping jalan raya,” ujarnya ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin.
Orang nomor satu di jajaran kepolisian Surabaya tersebut mendapati empat anak buahnya tertidur di Pos Pam Mayjen Sungkono depan Ciputra World saat melakukan inspeksi mendadak hari ini pukul 05.30 WIB.
Menurut dia, tidak sepantasnya anggota yang sedang bertugas malah tidur karena berefek negatif tidak hanya bagi pribadi, namun institusi Polri serta masyarakat pada umumnya.
“Apalagi sudah terang, pengendara berlalu lalang dan jalanan ramai. Bagaimana perasaan masyarakat yang melihat penjamin keamanannya malah tidur terlentang? Belum lagi kalau ada ancaman teroris, tentu ini sasaran empuk bagi mereka,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, mantan Kapolres Metro Jakarta Utara itu memperingatkan anggotanya dengan menghukum “push up” 25 kali ditambah menyanyikan Mars Polri agar memahami dan bangga menjadi polisi pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat serta mempunyai etos kerja selalu berkobar seperti sesuai dalam lirik lagu.
Selain itu, perwira menengah yang pernah menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut mengaku tak ingin ancaman teroris yang terjadi di pos penjagaan Mapolda Sumatera Utara pada Minggu (25/6) dini hari terulang.
Karena itu, lanjut dia, pada kesempatan sama ia juga menjelaskan kepada anggotanya bahwa ancaman bisa datang kapan saja sehingga ke depan tidak boleh ada lagi petugas tertidur ketika bertugas.
“Saya juga lakukan simulasi menggambarkan jika seandainya saya orang yang ingin mencelakai mereka, pasti dengan mudah sebab semuanya tidur pulas. Ini sekaligus klarifikasi terhadap foto beredar bahwa yang saya lakukan sebenarnya adalah simulasi untuk memberikan efek positif,” katanya.
Sementara itu, Kapolrestabes juga melakukan inspeksi ke sejumlah pos pengamanan di wilayah Kecamatan Tambaksari serta pos penjagaan di Mapolrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Berikan Peringatkan Pada Anggota Tidur di Pos Pam

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal (berdiri kiri) memberi peringatan dengan menghukum push up kepada anggotanya yang kedapatan tidur saat bertugas di Pos Pam depan Ciputra World, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, Senin (26/6) pagi. (Foto Istimewa)

Ini adalah peringatan bagi semua anggota Polri yang tidur saat bertugas menjaga keamanan, apalagi dilakukan di pos pengamanan di samping jalan raya

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal memperingatkan anggota yang kedapatan tidur saat berjaga di pos pengamanan dalam rangka Idul Fitri 1438 Hijriah.
“Ini adalah peringatan bagi semua anggota Polri yang tidur saat bertugas menjaga keamanan, apalagi dilakukan di pos pengamanan di samping jalan raya,” ujarnya ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin.
Orang nomor satu di jajaran kepolisian Surabaya tersebut mendapati empat anak buahnya tertidur di Pos Pam Mayjen Sungkono depan Ciputra World saat melakukan inspeksi mendadak hari ini pukul 05.30 WIB.
Menurut dia, tidak sepantasnya anggota yang sedang bertugas malah tidur karena berefek negatif tidak hanya bagi pribadi, namun institusi Polri serta masyarakat pada umumnya.
“Apalagi sudah terang, pengendara berlalu lalang dan jalanan ramai. Bagaimana perasaan masyarakat yang melihat penjamin keamanannya malah tidur terlentang? Belum lagi kalau ada ancaman teroris, tentu ini sasaran empuk bagi mereka,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, mantan Kapolres Metro Jakarta Utara itu memperingatkan anggotanya dengan menghukum “push up” 25 kali ditambah menyanyikan Mars Polri agar memahami dan bangga menjadi polisi pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat serta mempunyai etos kerja selalu berkobar seperti sesuai dalam lirik lagu.
Selain itu, perwira menengah yang pernah menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut mengaku tak ingin ancaman teroris yang terjadi di pos penjagaan Mapolda Sumatera Utara pada Minggu (25/6) dini hari terulang.
Karena itu, lanjut dia, pada kesempatan sama ia juga menjelaskan kepada anggotanya bahwa ancaman bisa datang kapan saja sehingga ke depan tidak boleh ada lagi petugas tertidur ketika bertugas.
Saya juga lakukan simulasi menggambarkan jika seandainya saya orang yang ingin mencelakai mereka, pasti dengan mudah sebab semuanya tidur pulas. Ini sekaligus klarifikasi terhadap foto beredar bahwa yang saya lakukan sebenarnya adalah simulasi untuk memberikan efek positif,” katanya.
Sementara itu, Kapolrestabes juga melakukan inspeksi ke sejumlah pos pengamanan di wilayah Kecamatan Tambaksari serta pos penjagaan di Mapolrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Himbau Anggota Dengan Simulasi Agar Waspada Dengan Serangan Teroris

kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Muhammad Iqbal berikan simulasi penanganan menghadapi Penyerangan tiba-tiba kepada para anggota yang bertugas.

Mengingat terjadinya penyerangan Pos penjagaan di Mapolda Sumutra Utara beberapa hari lalu Kombes Pol Muhamad iqbal memberikan himbauan dan simulasi terhadap para anggota yang bertugas dalam penjagaan dan pengamanan.

Himbauan tersebut diberikan agar kesiagan para anggota yang bertugas lebih mewaspadai adanya serangan mendadak yang memanfaatkan kondisi anggta yang sedang payah atau tertidur selama bertugas ,terutama di pos penjagaan maupun pengamanan .‎

” kepada PJU, Pamatwil dan kapolsek  agar selalu Cek betul Pos Pengamanan dan Penjagaan jangan sampai ada anggota yang jaga tertidur pulas “. Tegas Kapolrestabes.

Kombes Pol Muhamad Iqbal juga menambahkan, bahwa kondisi  anggota yang lelah bahkan tertidur saat bertugas menjaga, akan menjadi Sasaran empuk para Teroris yang akan menyerang tiba-tiba, karena itu, para PJU, Pamatwil dan Kapolsek diharap untuk selalu mengecek para anggota yang sedang bertugas demi keamanan dan kenyamanan msyarakat sebagai Polisi harus selalu waspada dan Siaga dan waspada penuh selama bertugas.‎

Polisi Berikan Bantuan Dan Evakuasi Pemudik Untuk Dibawa Ke RS

Seorang pemudik pingsan dalam perjalanan dari Jakarta menuju Cikampek. Polisi pun memberikan bantuan dan mengevakuasi pemudik tersebut ke rumah sakit.

Informasi tersebut disampaikan oleh TMC Polda Metro Jaya lewat akun Twitternya @TMCPoldaMetro, pukul 15.13 WIB, Senin (26/6/2017). Kejadian tersebut terjadi di KM 33 tol Cikarang.

“15.13 Polri membantu pemudik yang pingsan dan dievakuasi ke Rumah Sakit di KM 33 Tol Cikarang,” demikian cuitan @TMCPoldaMetro.

Pingsan di Tol Cikarang, Seorang Pemudik Dievakuasi Polisi ke RSDari foto yang diunggah @TMCPoldaMetro, terlihat petugas Polri membopong seorang wanita yang merupakan pemudik yang pingsan tersebut. Orang tersebut kemudian ditumpangkan ke sebuah mobil ambulans.

Belum diketahui pemudik tersebut pingsan saat mengendarai kendaraan atau hanya sekedar penumpang. Saat dikonfirmasi detikcom, TMC Polda Metro Jaya belum bisa memberikan informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

“Ya, ada yang pingsan. Informasinya baru itu saja, belum ada data lebih lengkap,” kata petugas TMC Polda Metro Jaya, Brigadir Indra saat dikonfirmasi

Operasi Ramadniya Yang Dirupakan Pengganti Operasi Ketupat Dalam Seminggu Jelang Lebaran

Operasi Ramadniya yang merupakan pengganti Operasi Ketupat dilakukan seminggu jelang lebaran. Operasi Ramadniya tahun ini digelar 19-25 Juni 2017.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas AKBP Budiyanto, Senin (26/6/2017), sebanyak 8.132 kendaraan terkena tilang dan 4.463 lainnya terkena teguran.

Angka tersebut lebih rendah dari hasil operasi yang sama tahun 2016. Kala itu 10.235 kendaraan ditilang dan 15.610 lainnya diberi teguran.

Operasi Jelang Lebaran di Jakarta, Ribuan Pengendara Kena Tilang

Pelanggaran yang paling banyak dilakukan oleh sepeda motor adalah pengendara yang tak mengenakan helm. Di urutan kedua karena melawan arus.

Tak sedikit juga pemotor yang terkena tilang karena melanggar traffic light, sekitar 507 pengendara. Sebanyak 463 pengendara ditilang

Operasi Jelang Lebaran di Jakarta, Ribuan Pengendara Kena Tilang

Sementara untuk pengendara roda empat atau lebih, pelanggaran terbanyak karena melanggar marka berhenti atau dilarang parkir yakni sebanyak 843 pengendara.

Selama Operasi Ramadniya Polda Metro Jaya menyita 28 kendaraan, 4.744 STNK, dan 3.360 SIM. Jumlah sitaan menurun dibanding tahun lalu yakni kendaraan 32 unit, 3.924 SIM. dan 6.279 STNK.

Operasi Jelang Lebaran di Jakarta, Ribuan Pengendara Kena Tilang