Jenderal Polisi Yang Lebih Takut Telat Sholat Dari Pada Telat Urusan Lain

Kawasan wisata Senggigi sedang meriah. Tepat di 21 September 2015, di pusat wisata salah satu icon NTB terletak di Lombok Barat itu sedang menyelenggarakan sebuah pesta sebagai service tamu tamu asing, disebut Festival Senggigi. Musik tradisi, pawai, wisatawan asing dan lokal bejibun. Benar benar meriah.

Seorang pria gelisah duduk di kursi tamu utama. Adzan Ashar sebentar lagi berkumandang, tanda tanda akan masuk waktu solat dari corong masjid nyaris tak akan terdengar karena tertutupi kemeriahan itu.

Pria tadi segera meminta orang yang selama ini melekat mendampinginya mencari sepeda motor. Ia pun menyeruak diantara keramaian, melesat menggunakan sepeda motor matic melalui jalan wisata Senggigi, kemudian berhenti di sebuah mesjid tidak jauh dari lokasi acara.

Masih lengkap dengan seragam yang menampilkan pangkat bintang satu di pundak, dia kemudian berbaur dengan para ma’mum lainnya untuk shalat Ashar berjamaah.

Kapolda NTB Brigjen Pol Drs Umar Septono, SH.,MH terpaksa naik sepeda motor demi mengejar solat ashar di awal waktu. Menggunakan mobil dinasnya mustahil saat itu, karena terjebak di keramaian, jadi sepeda motor adalah pilihan paling mungkin agar cepat sampai masjid.

Tasss…! begitu dilepas, berita itu menjadi viral dengan jutaan pembaca. Sejak saat itu Nama Umar Septono fenomenal tidak hanya sebagai Kapolda tapi sosok yang taat beribadah. Sempat ada yang berpikiran skeptis itu sebagai sebuah pencitraan demi mengkat nama baik Polri dan Polda NTB khususnya. Tapi dia tak sibuk meng-counter isu itu. Karena yang dia hanya kejar adalah penilaian dari Allah SWT. Dan ‘aksi’ meninggalkan acara sepenting apapun itu berulang kali dilakukan, keseringan saat Shalat Dzuhur.

Dalam sebuah video yang diunggah di Youtube tanggal 14 Oktober 2016, Kapolda berpidato menyampaikan bahwa shalat di awal waktu baginya adalah harga mati.

“Kegiatan sepenting apapun, sesibuk apapun harus saya hentikan. Rapat siapapun yang mimpin saya tinggalkan. Dunia saya pertaruhkan pangkat dan jabatan ini,” demikian Kapolda berujar dengan lantang.

Paling bergidik, ketika dia pernah berucap, “cita cita” hidupnya satu, yaitu adalah mati dalam sujud.

Kepindahan Umar Septono sebenarnya sempat berembus akhir 2016 lalu. Keputusan itu akhirnya turun. Ada dua ekspresi yang mungkin bisa mewakili masyarakat NTB, gembira sekaligus sedih.

Sedih karena sosok Umar Septono sudah dianggap menyatu dengan keberagaman di NTB, nyaris tanpa sekat. Gembira, karena saatnya karir pengabdiannya di korps Bhayangkaranya mendapat kepercayaan baru dari pimpinan yang akan memegang tampuk jabatan jenderal bintang dua.

Ada banyak catatan tentang sang jendral yang semua ditorehkan selama jabatan Kapolda didapuk di pundaknya. Terlalu banyak hal yang fenomenal dari tingkah laku dan kata katanya yang penuh tuah.

Sekali waktu dia menjadi orang nomor satu yang tegas karena berpegang pada prinsip, aturan di atas segalanya. Peluang pungli di penerimaan Bintara dan Perwira Polri ditutup rapat. Anggota yang bersalah dipecat, tapi mereka yang berprestasi tak segan didatanginya langsung di pelosok mana pun, kemudian diberi penghargaan.

Gayanya terkadang unik. Beberapa waktu lalu, seorang anggota yang jatuh ke jurang karena mengejar penjahat, diberinya penghargaan di jurang itu juga.

Dalam sebuah perjalanan, satu hari ia pernah menjumpai kecelakaan. Tak segan ia turun lalu menggendong korban dan membawanya ke rumah sakit dengan mobil dinasnya.

Dua anggota Bhabinkamtibmas yang menghadang mobilnya hanya karena untuk menyebrangkan seorang nenek, bukan dihukum tapi diganjarnya dengan penghargaan. Dua Bhabinkamtibmas itu dianggap benar benar menjalankan pengabdiannya kepada rakyat, bukan kepada atasannya.

Apel bersama tukang sapu untuk mencontohkan kepada anggotanya bagaimana seharusnya bersikap dalam keikhlasan bertugas menjaga amanah juga sempat menjadi fenomenal dimasa awal jabatannya di NTB.

Momen momen tak terduga, dia menjadi sosok yang “merendahkan” dirinya, membungkukkan tubuhnya ketika berhadapan dengan orang yang sudah sepuh. Pengemis, pedagang kaki lima, penyandang cacat, bagi dia jauh lebih mulia dari dirinya meski berpangkat jendral karena dalam prinsipnya, orang yang paling mulia adalah orang yang paling bertaqwa dihadapan Tuhannya

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2yv8nwK
via IFTTT

Polisi Laksanakan Kegiatan Rutin Kemisan


Halodunia.co, Blora – Hari kamis pagi tanggal 19 Oktober 2017 dimulai pukul 08.00 sampai Pukul 09.15 Wib Kepolisian Resor Blora, melaksanakan kegiatan rutin berupa ”Pembinaan Rohani dan Mental” bagi anggota Polri Bertempat di Masjid Al Istiqomah Mapolres Blora, Kegiatan Pengajian sekaligus Pembinaan mental dilaksanakan setiap hari Kamis sehabis apel pagi bagi anggota dan PNS yang beragama Islam, sedangkan Kegiatan Bimbingan Rohani anggota Kristen/Protestan di Aula Aryyaguna dipimpin oleh Kanit Intelkam Ipda Sulbekti.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui bimbingan atau pembinaan mental agama khususnya bagi anggota Polri dan PNS di lingkungan Polres Blora. Sebagai Pembicara /Nara sumber pengajian pada pagi hari ini adalah Ustadz Winardi dari Kecamatan Jepon yang merupakan pegawai negeri sipil pada kementrian agama kabupaten Blora.

Turut hadir dalam giat tersebut: Wakapolres Blora Kompol Indriyanto Dian Purnomo, yang diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kapolsek, Kasi serta anggota Muslim Polres Blora. Dengan adanya pembinaan mental agama ini diharapkan para anggota Polri serta pegawai negeri sipil bisa memperbaiki diri dari yang kurang baik menjadi baik dan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.

Ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam bekerja sebagai pelayan, pelindung serta pengayom masyarakat yaitu bekerja sebagai karunia, bekerja sebagai amanah, bekerja sebagai ibadah, bekerja adalah sebuah kehormatan dan bekerja sebagai pelayanan

 
“Berdoa adalah ketukan pintu masuk untuk berdialog dengan Tuhan.” Itulah yang disampaikan oleh Ustadz Winardi dalam ceramahnya di Masjid Al Istiqomah Mapolres Blora.
 

Dalam ceramahnya, Ustaz winardi menyampaikan, kehidupan umat manusia selama di dunia memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain. Pernyataan itu ia sampaikan dalam ceramahnya yang bertema “Pentingnya kita berdoa”.

“Sebutlah nama Allah, seperti yang terkandung dalam surat Al-A’la yang membuat kita lebih percaya diri karena Allah ada di mana-mana. Temuin dan ngobrol lah untuk membuktikan cara Allah bekerja untukmu,” pungkas salah satu penceramah dari Jepon Blora.

Sumber : Humas Polres Blora.

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2yBV4KQ
via IFTTT

Kapolres Blora Cek Kondisi Tahanan Dan Ruangan Tahanan


Blora – Kepala Kepolisian Resor Blora, Ajun Komisaris Besar Polisi Saptono, SiK., M.H. serta di dampingi Kasat Sabhara, AKP Siswanto dan Piket Pawas Ipda Sujadi serta anggota piket jaga menyempatkan diri melakukan kontrol Ruang Tahanan Polres Blora sebelum melaksanakan Apel Pagi Kamis” (19/10/2017).

Selain kontrol ruang tahanan, Kapolres juga mengecek kesiapsiagaan petugas yang melaksanakan tugas jaga tahanan dan berinteraksi langsung dengan para tahanan, menanyakan tentang keadaan kesehatan dan kendala dalam ruang tahanan.

Satu persatu Kapolres Blora memeriksa setiap ruang tahanan untuk mengantisipasi adanya barang-barang atau benda yang dilarang masuk, melihat kebersihan ruang tahanan, dan memeriksa terali besi ventilasi ruang tahanan untuk memastikan terali-terali masih terpasang dan tidak ada gangguan keamanan.

Kegiatan Kapolres tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap saat sebagai sarana kontrol terhadap bawahan yang sedang melaksanakan tugas jaga tahanan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menekankan kepada petugas jaga tahanan agar kewaspadaan ditingkatkan, lakukan pengecekan dan kontrol tahanan setiap saat, dan jaga kebersihan serta perhatikan makan dan olahraga tahanan sehingga para tahanan tidak berpikiran macam-macam selama ditahan”pungkas Kapolres”

(humas Polres Blora).

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2yyQV9R
via IFTTT

Wow, Bhabinkamtibmas Dan Bhabin Berpatroli, Temukan Ini


Polres Banjar – Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa Brigadir Irwan Susiawan bersama Lurah Jawa Hathayerin, S.H., dan Babinsa Serda Budianto kompak bersama-sama melaksanakan patroli, Rabu (18/10/2017). Patroli Tiga Pilar ini menyasar seputaran wilayah Kelurahan Jawa yang dinilai rawan akan gangguan Kamtibmas.



Seperti di Jalan Antasan Pangeran Roem RT. 01 RW. 02 Kelurahan Jawa Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, disini Tiga Pilar Kelurahan melihat hal yang sangat mengerikan. Didampingi Ketua RT setempat, Lurah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek Martapura Kota itu mendapati begitu banyak sisa bungkus carnophen yang berceceran disepanjang gang kecil yang berada tepat dibelakang gedung Kampus Akademi Keperawatan Intan Martapura. Setelah dikumpulkan petugas, jumlah bungkus sisa carnophen tersebut bahkan mencapai satu kantong plastik penuh berwarna hitam.

“Memang sering Pak remaja disini mengkonsumsi barang haram ini, meskipun sudah saya peringatkan namun sepertinya mereka tidak sedikitpun menghiraukan perkataan saya lagi, hal ini sangat meresahkan bahkan mengancam pertumbuhan generasi penerus bangsa selanjutnya,” ucap Saifullah selaku Ketua RT.

Mendapatkan informasi yang sangat berharga ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa bersama Lurah dan Babinsa sepakat untuk lebih gencar lagi melaksanakan patroli didaerah tersebut guna meminimalisir terulangnya hal serupa.

“Patroli, Sosialisasi dan himbauan akan lebih kami tingkatkan lagi demi menyelamatkan generasi penerus bangsa agar terlepas dari belenggu racun narkoba ini,” ungkap Brigadir Irwan.

Lebih lanjut, Brigadir Irwan menjelaskan bahwa hal yang paling utama adalah untuk meringkus pengedar dari barang haram tersebut.

“Saya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kapolsek dan Unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan siapa yang tega mengedarkan obat terlarang diwilayah binaan saya, sehingga nantinya pelaku bisa kita ringkus,” tutup Brigadir Irwan.

Sumber: Humas Polres Banjar.

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2gkjApl
via IFTTT

Kapolres Blora Pimpin Sertijab Kabag Ops, Kabag Ren Dan Kapolsek Kradenan


Halodunia.co, Blora – Kepolisian Resor Blora, menggelar upacara serah terima jabatan Kepala Bagian Operasional, Kepala Bagian Perencanaan, dan Kapolsek Kradenan, Rabu (19-10-2017).Upacara sertijab di laksanakan di Aula Aryyaguna Mapolres Blora, dipimpin Kapolres Blora AKBP Saptono SIK, MH.

Jabatan Kepala Bagian Operasional diserahterimakan dari Kompol I Gede Arde, SE, kepada Kompol Zuwono, SE. yang sebelumnya sebagai Kepala Bagian Perencanaan Polres Blora menempati pos baru sebagai Kepala Bagian Operasional Polres Blora, jabatan Kepala Bagian Perencanaan diisi oleh Kompol Eko Budi Sulistyanto.SH, yang sebelumnya Kepala Bagian Perencanaan Polres Semarang.

Sedangkan Kapolsek Kradenan AKP Subardo, SH,MH. menjadi Kasubbag Progar Polres Karangannyar Polda Jateng, jabatan Kapolsek Kradenan ditempati oleh Iptu Mugi Pornomo, yang sebelumnya sebagai Kanit Reskrim Polsek Randublatung Polres Blora. Mutasi tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jateng No. Kep 2406 / X / 2017 tanggal 06 Oktober 2017. 

Dalam sambutannya Kapolres Blora mengatakan bahwa, mutasi jabatan merupakan dinamika operasional dan penyegaran di tubuh organisasi Polri dapat berjalan secara efektif dan dapat meningkatkan kinerja kesatuan baik di bidang pembinaan maupun operasional.

“Laksanakanlah tugas secara profesional, proporsional, dan obyektif sesuai dengan kode etik profesi sehingga harapan serta dambaan masyarakat yang aman dan nyaman dapat tercipta,” kata Kapolres.

Kapolres juga mengapresasi Kompol I Gede Arde,SE. pejabat Kepala Bagian Operasional lama yang sudah melaksanakan tugas di Polres Blora selama beberapa tahun dengan baik. “Terima kasih dan selamat menjalani masa pensiun dengan Ceria (Cekatan Riang Gembira) ,” pungkasnya.

Sertijab tersebut dihadiri oleh Wakapolres, para Kabag, Kasat, Kapolsek dan seluruh perwira yang ada di jajaran Polres Blora serta personil lainnya.

Setelah selesai upacara sertijab dilanjutkan dengan acara pisah sambut di Rumah Makan Joglo desa Tutup, yang berisikan penyampaian kesan dan pesan pejabat lama serta perkenalan singkat pejabat baru. Dalam kesempatan tersebut Kapolres Blora didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Blora memberikan cinderamata kepada pejabat yang dimutasi.
 

Sumber : Humas Polres Blora

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2zz5Xe6
via IFTTT

Penjelasan Rinci Bupati dan Kapolres Tanah Datar Terkait Kegiatan Pengendalian Bangau Liar di Pusat Kota

Pro dan kontra terjadi di masyarakat dan netizen terkait aksi penembakan ratusan burung jenis Bangau yang biasa bertengger di atas pohon Beringin yang berada di tengah kota Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat, pada Jumat sore lalu (14/10/2017).

Sebagian besar masyarakat mendukung apa yang telah dilakukan Perbakin cabang Tanah Datar dan beberapa kelompok menyayangkan tindakan tersebut.

Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajasyang juga merupakan Ketua Perbakin menjelaskan rinci awal mula cerita hingga dilakukan penembakan ratusan burung bangau hari itu.

“Saya selaku ketua Perbakin Tanah Datar telah beberapa kali menerima keluhan dari masyarakat yang tinggal sekitar Pohon Baringin itu. Permasalahan bau dan tahinya telah membuat resah masyarakat sekitar, bahkan ada yang telah menderita sakit pernafasan akibat polusi udara disana, ” jelas AKBP. Bayuaji Senin (16/10).

Dikatakan Bayuaji bahkan surat tertulis kepada Pengurus Perbakin yang ditandatangani beberapa wali jorong di kecamatan Sungayang pernah diterima pada September lalu. Surat itu berisi permohonan berupa permintaaan untuk membantu mengurangi populasi bangau atau Kuntul. Bangau telah meresahkan masyarakat karena merugikan petani sawah dan peternak Tabek/kolam di daerah itu.

“Banyaknya keluhan, masyarakat sekitar lokasi hinggap dan berdiamnya bangau, dan petani serta peternak ikan di Tanah Datar akibat terlalu banyaknya populasi Bangau. Dampak yang jelas, jumlah Bangau yang sangat banyak, merugikan ekonomi masyarakat, membuat permasalahan ini menjadi sesuatu yang perlu dipikirkan solusinya, ” tutur Kapolres.

Lanjutnya, bahwa serangan Bangau yang telah berdampak tidak baik terhadap masyarakat pernah menjadi bahasannya dengan Bupati Tanah Datar, dan beberapa solusi untuk menguranginya pun alot diperbincangkan bersama Pemkab.

“80% dari anggota Perbakin Tanah Datar adalah kalangan petani dan peternak, mereka tentu lebih merasakan kerugian yang nyata akibat perkembangan polapulasi yang cukup drastis dari burung ini, ” tutur Bayuaji.

Kapolres menyatakan tindakan ini hanya merupakan antisipasi untuk mengurangi jumlah populasi Bangau yang ada di tempat tersebut, bukan memusnahkan.

“Kami dari Perbakin merasa terpanggil karena masyarakat telah begitu resah. Ini hanya upaya untuk mengurangi karena keluhan dari masyarakat sekitar, dan peternak kepada pemkab sangat banyak, ” sampainya.

Bahkan dikatakan AKBP. Bayuaji, dua orang wakil Dinas Peternakan saat penembakan hari itu ikut hadir atas permintaan pihak Kesbangpol Tanah Datar.

Dijelaskan Kapolres bahwa senjata yang digunakan pada aksi mengurangi populasi bangau ini adalah senjata senjata angin PCP standar yang diperbolehkan perbakin yaitu Kaliber 4,5 mm.

Sementara itu rabu (18/10/2017), Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, membenarkan bahwa sebelum aksi yang dilakukan Jumat sore itu telah didiskusikan pihak Pemkab dengan Pengurus Perbakin.

“Benar ini telah kita diskusikan dengan pak Bayu, karena jumlah burung bangau saat ini sudah sangat menganggu masyarakat. Telah terjadi pencemaran udara. Ini sudah sangat menganggu sekali, saya sendiri telah mendapatkan pengaduan beberapa kali dari masyarakat sekitar termasuk warung-warung di bawah pohon beringin itu. Pemkab juga melakukan pembersihan minimal sekali seminggu, namun baunya tetap juga tidak hilang dan sangat menyengat, ” sampai Bupati.

Dijelaskan Bupati terhadap hal ini jauh hari telah didiskusikan dengan Ketua Perbakin. Dan Pemerintah sepakat untuk mengurangi jumlah Bangau yang telah sangat banyak ini.

“Masalahnya, kita sebenarnya harus berkoordinasi dengan pihak BKSDA mengenai hal ini. itu kelemahan kita, saya juga tidak berfikir pada waktu itu, saat diskusi dengan pak Bayu, Pokoknya semangat kami saat itu bagaimana usaha untuk membantu masyarakat, ” tegas Bupati.

Lanjutnya, sebenarnya masyarakat sekitar Tanah Datar telah mengeluh juga tentang kolam ikannya yang banyak habis di makan burung bangau ini

“Kita berada pada dua sisi, pertama aturan dan dampaknya di tenggah masyarakat, kami juga sepakat bersama Perbakin untuk membantu masyarak Tanah Datar, hanya kealpaaan kita untuk membicarakan hal ini dengan pihak BKSDA, ” tutur Bupati.

Disampaikan Bupati, waktu itu ia setuju hal ini dilakukan, jika hanya dikurangi populasinya, agar tidak menganggu udara sekitar dan menyelamatkan mata pencaharian Peternak Ikan.

“Pikiran Positif saja, ini bukan gagahan dari pihak Perbakin, hanya sebuah upaya membantu masyarakat Tanah Datar, ” tegas Bupati.

Terpisah, salah seorang masyarakat Koto Panjang Sungayang, Tanah Datar, Yul Hendri (48) menyatakan dengan jelas bahwa keberadaan Bangau saat ini sangat merugikan masyarakat bahkan telah membunuh sumber penghasilan penduduk.

“Secara ekonomi Bangau ini sangat merugikan masyarakat. Karena Populasi Bangau/Kuntul yang terlalu banyak saat ini telah membunuh salah satu sumber penghasilan penduduk Tanah Datar, yaitu dari perikanan, ” tuturnya (17/10).

Dikatakan Yul, Sebagai gambaran di kecamatan hampir semua kenagarian, dulu sawah adalah tempat pemeliharaan ikan yang paling bagus dan cepat. Ia mengatakan bahwa dulu para petani di daerahnya, setelah pengolahan lahan maupun setelah padi ditanam akan selalu dibarengi dengan beternak ikan. Tapi sekarang sudah tidak dilakukan lagi, karena percuma saja, masalahnya hasil ikan penduduk itu akan dipanen oleh Bangau/ Kuntul tersebut.

“Silahkan saja di cek atau di survei beberapa desa seperti Sijangek, Simpuruik, Minangkabau, Tiga Batu dan lain-lain. Tanyakan pada penduduk sekitar bermanfaat atau tidak burung-burung tersebut. Tapi yang pasti desa saya Koto Panjang, saat ini salah satu penghasilan potensial dari masyarakatnya telah mati akibat keberadaan bangau yang sangat banyak ini, ” jelas Yul Hendri.

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2x5hY9C
via IFTTT

Cegah Gangguan Kamtibmas, Tiga Pilar Turun Ke Lapangan


Halodunia.co, Polres Banjar – Polsek Martapura Kota melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa, Brigadir Irwan Susiawan melaksanakan patroli gabungan tiga pilar, Rabu (18/10/2017) pukul 10.00 wita. Patroli ini dimaksudkan untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban diwilayah Martapura khususnya Kelurahan Jawa.

Bersama Lurah Jawa, Hathayerin, S.H., dan Babinsa Serda Budianto, patroli tiga pilar ini terlihat melintas di Jalan Samadi Rt. 01 Rw. 01 Kelurahan Jawa Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar.

Saat berada di simpang tiga pasar Martapura, antara Jalan Samadi dan Jalan Melati, tiga pilar Kelurahan Jawa ini menerima masukan dan keluhan warga sekitar akan banyaknya tumpukan sampah disekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

“Tolong Pak ditangani, disini banyak sekali sampah yang menimbulkan bau tak sedap yang sangat mengganggu kami bahkan bisa dikatakan jorok,” ucap Brigadir Irwan menirukan ucapan salah seorang warga yang saat itu mendatanginya.

Memang benar, seperti yang terpantau dilapangan, meskipun sudah ada papan besar yang bertuliskan”Dilarang keras membuang sampah disepanjang jalan ini”, namun tumpukan sampah tetap menggunung bahkan tepat dibawah papan larangan tersebut. Tidak hanya sebatas larangan membuang sampah, pada papan tersebut juga tercantum sanksi bagi siapa yang melanggar sesuai dengan Perda Kabupaten Banjar No. 04 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah.

Hal ini sempat membuat pusing dua Ketua Rukun Tetangga yang daerahnya berbatasan bahkan termasuk dalam tempat pembuangan sampah liar tersebut. Seperti hal yang diungkapkan oleh Ketua RT.01 RW.01, Saifullah, dirinya bahkan sudah sangat sering mengingatkan dan menegur secara langsung agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya sudah sering mulai dari sebatas menghimbau, mengingatkan hingga menegur secara langsung apabila ada yang kedapatan membuang sampah disini,” kata Saifullah.

Namun sepertinya hal tersebut sama sekali tidak digubris oleh kebanyakan oknum yang tidak patuh akan peraturan tersebut sehingga masalah sampah ini menjadi polemik tersendiri bagi dirinya dalam memimpin Rukun Tetangga.

Masih menurut Ketua RT, bahkan ketika hujan turun bisa menyebabkan sampah berhamburan disepanjang jalan dikarenakan saluran pembuangan mampet tertutup sampah.

Informasi yang berhasil dihimpun Humas Polres Banjar melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa, bahwa kebanyakan orang yang membuang sampah di daerah tersebut bukan merupakan warga setempat namun warga luar hingga para pedagang keliling yang biasa menggunakan sepeda motor.

Menindak lanjuti hal tersebut, Bhabinkamtibmas bersama Lurah dan Babinsa sepakat melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan sampah hingga got dan gorong-gorong disana.

“Sebelum masalah sampah ini berkembang pesat menjadi gangguan Kamtibmas yang nyata, maka kami tiga pilar Kelurahan Jawa bersepakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan ini,” ucap Brigadir Irwan.

“Rencana kegiatan kerja bakti ini akan kami laksanakan pada hari Sabtu (21/10/2017) pagi yang melibatkan warga dua RT yakni RT.01 RW.01 dan warga RT.02 RW.01 serta dukungan dari Koramil dan Polsek Martapura Kota,” jelas Brigadir Irwan.

Sumber : Humas Polres Banjar.

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2yxPSaI
via IFTTT