Review Film Spiderman Home Coming 2017

Setelah unjuk gigi di Civil War, Spider-Man terus menantikan kesempatan untuk bisa beraksi lagi dengan Avengers. Saat Tony Stark justru menjauhinya, Peter berinisiatif untuk unjuk diri agar sang Iron Man tak bisa mengabaikannya lagi.

Adakah Adegan Post-Credits Spider-Man: Homecoming? Ini Pembahasannya!

Kamu mungkin bertanya-tanya: apakah ada adegan post-credits Spider-Man: Homecoming? Kalau kamu penasaran, 

Tapi aksi heroik Peter membuat hubungan sosial dan pendidikannya bermasalah. Persoalannya pun bertambah saat aksinya membuat dia berurusan dengan Vulture, penjahat berbahaya dengan teknologi pakaian terbang berdasarkan teknologi Chitauri. Mampukah Peter mengatasi semua tanggung jawabnya, baik sebagai pahlawan maupun sebagai pelajar?

Salah Satu Penjahat Terbaik di Film Marvel

 

Hal pertama yang akan disorot di review Spider-Man: Homecoming versi Duniaku.net ini adalah penjahat utamanya. Jarang-jarang ada penjahat film Marvel Cinematic Universe dengan kualitas seperti Vulture ini.

Penulis bukan pembaca setia komik Amerika. Saya pun pertama mengetahui Adrian Toomes dari episode kartun Spider-Man tahun 90an, yang tayang di RCTI. Di sana Vulture tampil sebagai penjahat super yang mampu mencuri usia dari targetnya, termasuk Spider-Man.

Karena pengetahuan yang terbatas itulah penulis sempat kecewa begitu mendengar Vulture akan menjadi penjahat utama Spider-Man: Homecoming. Ini adalah film solo pertama Spidey di bawah pengawasan Marvel. Tampaknya Vulture, yang tidak populer di kalangan awam, ini kurang epik untuk menjadi lawannya.

Namun ternyata penulis salah.

Uniknya, Spider-Man: Homecoming bisa dibilang juga merupakan kisah origin Vulture. Bahkan Spidey pun latar belakangnya menjadi pahlawan tidak ditunjukkan. Namun kamu bisa melihat alasan kenapa Vulture bisa menjadi penjahat, dan kenapa ia bisa terus beraksi tanpa dipergoki Avengers.

Biasanya pendekatan seperti ini akan membuat sang penjahat jadi mencuri sorotan ke protagonis. (Contohnya cek saja Batman Returns). Tapi sutradara Jon Watts berhasil menyajikan porsi karakter dengan pas. Vulture memperoleh pendalaman karakter yang sangat luar biasa, namun tak sekalipun kamu akan menganggap Homecoming adalah film dia, karena Spider-Man tetap menjadi fokus.

Michael Keaton sebagai pemeran Vulture juga harus diberi pujian. Aktor gaek mantan pemeran Batman ini membuktikan kenapa dirinya termasuk aktor underrated di era modern ini. Dia menunjukkan performa akting yang sama primanya seperti di film Birdman. 

Penjahat film Marvel juga kerap kali hanya tampil untuk dijadikan karung tinju, tak pernah terasa terlalu mengancam. Tidak demikian dengan Vulture. Penjahat yang satu ini bisa menunjukkan kenapa teknologi terbang bisa merepotkan Spider-Man. Terutama di area-area di mana tidak ada gedung yang bisa digunakan Spidey bermanuver.

Pada akhirnya, itulah kekuatan utama film ini. Pendalaman karakter yang diperoleh Vulture membuat dia menjema menjadi sosok yang memukau sebagai penjahat. Dia juga tersaji sebagai lawan yang kuat, dan bikin penasaran bagaimana Spidey bisa mengalahkannya. Mungkin hanya Loki penjahat MCU yang terbangun sebagus Vulture ini. Biasanya, pendekatan ala Vulture ini hanya digunakan untuk tokoh Netflix seperti Kingpin dan Cottonmouth.

from Halo Dunia Network http://ift.tt/2xSImrB
via IFTTT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s