Satreskrim Polres Lamongan Berhasil Ringkus Pelaku Pencabulan

Lamongan, 24/01/2017 halodunia.net – Subnit 2 dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak dibawah pimpinan KBO Reskrim Iptu Supriyanto berhasil meringkus tersangka pencabulan hingga ke Jawa Barat.

Wahyu Cahyono adalah tersangka yang menyetubuhi adik iparnya atas seizin istrinya. Perbuatan bejatnya terungkap oleh mertuanya, Zainal Arifin (52). Setelah kejadian tersebut, tersangka langsung kabur ke Bekasi, Jawa Barat. Tetapi Polisi berhasil menangkapnya di kawasan Tenggilis RT 01 RW 12 Kecamatan  Mustika Jaya, Kota Bekasi.

Subnit 2 dan unit Perlindingan Perempuan dan Anak (PPA) yang dipimpin oleh KBO Reskrim, Iptu Supriyanto  berhasil menemukan jejak tersangka. Di tempat pelarian, pelaku bekerja serabutan untuk makan dan menghidupi istri dan seorang anaknya dan mengira bahwa pelariannya tidak akan terlacak oleh polisi. Namun 3 bulan pelarian tersangka harus berakhir. Pasangan suami istri Wahyu Cahyono (35) dan Weni Mirza Rozana (25) warga Kecamatan Lamongan Kota ini hanya bisa menangis saat digelandang ke Mapolres Lamongan, Minggu (22/1/2017) pagi. Tersangka yang sedang istirahat malam itu tak berkutik ketika dibekuk oleh sejumlah polisi berpakaian preman dari Lamongan.

Perbuatan itu dilaporkan terjadi pada Senin (7 /11/2016) sekitar pukul 15.00 wib. Lokasinya di rumah mertua Wahyu, Jalan  KH Ahmad Dahlan Gang Mawar, Kelurahan Tlogoanyar, Lamongan. Berikut kronologinya :

Sekitar pukul 15.00 wib, saksi Zainal pulang dari kerja kemudian memanggil menantunya. Karena ada penumpang yang ingin minta diantar naik becak. Namun, tidak direspon tersangka. Zainal lantas membuka pintu kamar Wahyu, ia melihat anaknya, AR (16), sedang ditindih menantunya di atas kasur. Akhirnya AR keluar dari kamar sambil menangis. “Saya hanya diam di kamar, saat AR keluar kamar,” aku Wahyu. Wahyu mengaku sudah berulangkali melakukan hubungan intim dengan AR, adik iparnya tersebut.

Pengakuan Wahyu, hubungan intim itu atas sepengetahuan istrinya, Weni Mirza Rozana, yang tak lain adalah kakak korban. Mengapa Weni mendukung ? Ternyata, Weni juga dalam tekanan dan ancaman. Kalau tidak mau menyuruh adiknya untuk boleh digauli, Weni akan dipisahkan dengan anaknya. “Saya ancam akan saya tinggal pergi bersama anak ke Jakarta,” aku Wahyu. Kasubag Humas, AKP Suwarta dikonfirmasi , Minggu (22/1/2017), mengatakan, tersangka terbukti melakukan kekerasan, ancaman kekerasan, tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau bujuk rayu untuk melakukan perbuatan cabul.

“Tersangka dijerat pasal 82 ayat (1) UU nomor 35 Tahun  2014 tentang perubahan atas UU no 23 Tahun  2002  tentang perlindungan anak,” kata Suwarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s